Rangkuman materi 1&2

Pertemuan 1

STRUKTUR DATA
Struktur Data adalah : suatu kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya. Pemakaian Struktur Data yang tepat didalam proses pemrograman, akan menghasilkan Algoritma yang lebih jelas dan tepat sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih sederhana.

Pada garis besarnya, Data dapat dikategorikan menjadi :

Type Data Sederhana / Data Sederhana
Terdiri dari :
1. Data Sederhana Tunggal Misalnya : Integer, Real/Float, Boolean dan Character
2. Data Sederhana Majemuk Misalnya : String

B. Struktur Data
Terdiri dari :
1. Struktur Data Sederhana Misalnya: Array dan Record
2. Struktur Data Majemuk
a. Linier, Misalnya : Stack, Queue dan Linear Linked List.
b. Non Linier, Misalnya : Pohon (Tree), Pohon Biner (Binary Tree), Pohon
Cari Biner (Binary Search Tree), General Tree serta Graph.

TYPE DATA SEDERHANA (Dalam Program C++)
INTEGER
Bilangan Bulat dan tidak mengandung pecahan. seperti : …-3,-2,-1,0,1,2,3,

2. FLOAT

Type data bilangan pecahan. Jenis Data float ditulis dengan menggunakan titik(koma) desimal.
Misalnya : 0.32 4,35 -131.128

Type Real dapat juga ditulis dengan Rumus : 
 M * Re = X
M = Pecahan, R = Radix,
e = Exponen, X = Hasil Bilangan,
Misalnya : 3.2 * 10-1= 0.32
4.35 * 102 = 435

3. BOOLEAN ATAU LOGICAL

Type data yang mempunyai dua bentuk keluaran yaitu nilai True dan False (Benar dan Salah) yang dinyatakan dengan 1 dan 0, Sehingga satuan data yang terpakai cukup satu bit saja. Operator yang digunakan adalah : And, Or, dan Not.

4. CHARACTER

Type data yang terdiri dari aksara (simbol) yang meliputi digit numerik, character alfabetik dan spesial character. Untuk menuliskan tipe char,acter, perlu ditulis di dalam tanda petik tunggal ( ‘ ) 

Contoh :

‘A’ karakter berupa huruf A

‘1’ karakter berupa angka 1

‘*’ karakter simbol *

5. STRING

Merupakan type data majemuk yang terbentuk dari kumpulan character sebanyak 256 (default) dengan jangkauan niai 0 – 255. Kumpulan character yang digunakan untuk membentuk String dinamakan alfabet.
Pemberian nilai String diapit dengan tanda petik ganda (“)
Bentuk umum penulisan tipe data ini adalah :

pengenal = nama variabel
panjang = bilangan bulat yg menunjukan jumlah karakter
Contoh : char nama[15] ;

Fungsi pada Operasi STRING
1. Strcpy: untuk menyalin nilai string.
2. Strcat: untuk menggabungkan nilai string.
3. Strcmp: untuk membandingkan 2 nilai string.
4. Strlen: untuk mengetahui panjang nilai string.
5. Strchr: untuk mencari nilai karakter dalam string.

Operator Dalam Bahasa C++

Operator Aritmatika
pow: Pangkat.
sqrt : Mengitung akar.
% : Sisa hasil bagi (modulus).
* , / : Perkalian, Pembagian.
+ , – : Penjumlahan, Pengurangan.

Operator Pemberian Nilai Aritmatika
 * = : Perkalian.
/= : Pembagian.
%= : Sisa hasil bagi.
+= : Penjumlahan.
-= : Pengurangan.

Operator Relasi
= : Sama dengan (assingnmet).
!= : Tidak sama dengan.
> : Lebih besar.
= : Lebih besar atau sama dengan.
<= : Lebih kecil atau sama dengan.

Operator Bittwise
~ : NOT.
<> : Shift Right.
& : AND.
^ : XOR.
|. : OR.

TYPE TERSTRUKTUR (Dalam Program C++)

Bermanfaat untuk mengelompokkan sejumlah data 
dengan tipe data yang berlainan.

Contoh :
struct data_pegawai

{
int nip;
char nama[25];
char alamat[40];
}



Pertemuan 2

Sistem bilangan.
Sistem Bilangan adalah suatu cara untuk mewakili besaran item suatu fisik.
Sistem bilangan menggunakan basis (base/radix) tertentu yang tergantung dari jumlah bilangan yang digunakan. Suatu sistem bilangan, senantiasa mempunyai Base (radix), absolute digit dan positional (place) value.

Jenis-Jenis Sistem Bilangan.
1. Sistem Bilangan Desimal (Decimal Numbering System).
2. Sistem Bilangan Biner (Binary Numbering System).
3. Sistem Bilangan Oktal (Octenary Numbering System).
4. Sistem Bilangan Hexagonal (Hexadenary Numbering System).

Konversi dari Desimal ke Biner, Oktal, Hexa.
1. Bilangan Desimal merupakan bilangan berbasis 10 dengan digit 0,1,2,3,…,9
2. Konversi bilangan dari desimal ke biner, oktal, dan hexa dengan cara membagi bilangan desimal dengan basis bilangan masing-masing hingga: Sisa Akhir ≤ basis  tidak dapat dibagi lagi
3. Hasil pembagian diambil dari bawah ke atas.

Konversi dari Biner ke Desimal, Oktal, Hexa.
1. Bilangan Biner merupakan bilangan berbasis 2 dengan digit hanya 0 (off) dan 1 (on)
2. Konversi dari Biner ke Desimal, Okta, dan Hexa:
a. B  D : Dari Kanan ke Kiri. Place Value dikalikan dengan absolute digit
bilangan biner awal.

b. B  O : Setiap 3 bilangan biner dikelompokkan dari kanan ke kiri. Setiap kelompok dicari bilangan oktalnya.

c. B  H : Setiap 4 bilangan biner dikelompokkan dari kanan ke kiri. Setiap kelompok dicari bilangan Hexanya

Konversi dari Okta ke Desimal, Biner, Hexa.
Bilangan Oktal merupakan bilangan berbasis 8 dengan digit 0,1,2,3,…,7.
1. Konversi dari Oktal  Desimal : Dari kanan ke kiri, place value dikalikan dengan absolute digit bilangan oktal awal.
2. Konversi dari Oktal  Biner : Setiap satu bilangan oktal dijadikan
kelompok bilangan biner yang terdiri atas 3 digit.
3. Konversi dari Oktal  Hexa : Tidak ada cara langsung mengubah oktal
ke biner. Dapat dilakukan melalui biner atau desimal.

Konversi dari Hexa ke Biner, Oktal, Desimal.
Bilangan Hexa merupakan bilangan berbasis 16 dengan digit 0 – 9
dan A – F
1. Konversi dari Hexa  Desimal : Dari kanan ke kiri place value dikalikan dengan absolut digit bilangan hexa awal.
2. Konversi dari Hexa  Biner : Setiap 1 (satu) bil. Hexa dijadikan bil. Biner yang terdiri atas 4 digit.
3. Konversi dari Hexa  Oktal : Tidak ada cara langsung mengubah hexa ke oktal, tetapi dapat dilakukan dengan mengkonversi ke biner atau desimal dahulu.

ARRAY
Array atau Larik merupakan Struktur Data Sederhana yang dapat
didefinisikan sebagai pemesanan alokasi memory sementara pada
komputer. Array dapat didefinisikan suatu himpunan elemen yang
terurut dan homogen. Terurut dapat diartikan bahwa elemen
tersebut dapat diidentif ikasi sebagai elemen pertama, elemen kedua dan
seterusnya sampai elemen ke-n. Homogen adalah bahwa setiap elemen
dari sebuah Array tertentu haruslah mempunyai type data yang sama.
Sebuah Array dapat mempunyai elemen yang seluruhnya berupa integer
atau character atau String bahkan dapat pula terjadi suatu Array mempunyai
elemen berupa Array.

Karakteristik Array :
1. Mempunyai batasan dari pemesanan alokasi memory
(Bersifat Statis)
2. Mempunyai Type Data Sama (Bersifat Homogen)
3. Dapat Diakses Secara Acak

3 Hal yang harus diketahui dalam mendeklarasikan
array : 
a. Type data array
b. Nama variabel array
c. Subskrip / index array

Jenis Array (yang akan dipelajari) adalah :
a. Array Dimensi Satu (One Dimensional Array)
b. Array Dimensi Dua (Two Dimensional Array)
c. Array Dimensi Tiga (Thee Dimensional Array)